Lima Pemain yang Hijrah dari La Liga ke Premier League yang Terbukti Flop

Lima Pemain yang Hijrah dari La Liga ke Premier League yang Terbukti Flop

Lima Pemain yang Hijrah dari La Liga ke Premier League yang Terbukti Flop – Ada beberapa aktivitas perpindahan yg melibatkan tim La Liga & Premier League. 21 punggawa keluar dari Spanyol tuk hijrah menuju Inggris selama 2 kampanye terakhir, serta sebagian besar dr mereka dapat meraih kesuksesan di Inggris.

Tapi, dengan inovasi strategi & konsep permainan, sejumlah pesepakbola ada yang kesusahan beradaptasi dg gaya bermain di Inggris. Disamping yng berhasil, ada jua sejumlah punggawa yg tidak berhasil, serta mempunyai karir yng hanya sekilas di Inggris. Ini merupakan 5 perpindahan dr Spanyol menuju ke Inggris yg tak berhasil, sebagaimana dilaporkan oleh Sportskeeda.

Lucas Perez – Walaupun Lucas Perez bukan buruan pertama Arsene Wenger di musim panas 2016, ia masih membikin 17 skor di La Liga pada kompetisi musim sebelumnya & diinginkan bisa jadi pesepakbola yang istimewa buat The Gunners.

Tetapi, sehabis berada satu musim, Perez bereuni dgn Deportivo La Coruna. Walau dgn dipinjamkan, Perez rasa-rasanya tidak mau balik menuju London.

Perez sungguh nggak begitu banyak mendapatkan waktu bertanding sepanjang di Arsenal. Walaupun dapat membuat hattrick di Sepak bola liga Champions, Wenger tak terlampau meyakini sang punggawa hingga memutuskan melepasnya pd musim panas yang lalu.

Roberto Soldado – Roberto Soldado disebut menjadi salahsatu ujung tombak terbeken di Spanyol ketika dia hengkang menuju ke Inggris. Dia bisa membikin 59 goal dr 101 laga tuk Valencia.

Hijrah menuju Tottenham nampaknya dijadikan sebagai destinasi yang baik Untuk Soldado sehabis berjaya di La Liga. Tapi, kebetulan nggak begitu.

Soldado tidak dapat menyajikan permainan-permainan terbaiknya di Inggris sebab cuma dapat membuat 15 skor dr 80 penampilan. Sehabis 2 musim di White Hart Lane, sang pesepakbola datang lagi menuju ke Spanyol dg bersepakat dengan Villarreal.

Nolito – Datang dr Celta Vigo, Nolito adalah punggawa yng tenar lantaran dirinya ialah jebolan La Masia. Seharga 13, 8 juta pound, harapan pendukung Manchester City lumayan tinggi usai dia membikin 38 goal didalam 150 performa buat Celta.

Tetapi, dirinya tak dapat mereplikasi penampilannya itu di Inggris serta Pep Guardiola mengetahui jika dirinya tidaklah pesepakbola yg pas menggunakan sistemnya. Ia membuat 30 permainan di seluruh laga kompetisi di kampanye kemarin tuk City, namun hampir seluruhnya jadi punggawa pengganti.

Udah bukanlah rahasia lagi bila Nolito nggak mendapatkan gelegar di Inggris & membenci dgn alam di sana. Tapi, kecilnya peluang berlaga reguler yang menjadikannya memutuskan balik menuju Spanyol sehabis satu musim.

Robinho – Robinho habis menang tropi La Liga dengan Real Madrid, sebelum bersepakat dengan Manchester City pd 2008. Dengan harga transfer sekitar 30, 5 juta pundsterling serta memecahkan rekor kepindahan Inggris kala itu, Robinho didambakan mampu jadi superstar di Premier League.

Tetapi, dia gabung dg City yng ketika itu emang belum jadi team sukses semacam sekarang walaupun telah kaya. Didalam 41 performa, Robinho sekedar bisa membuat 14 skor buat City.

Dirinya sukar beradaptasi dengan permainan2 di Premier League & problem masuk ruang perawatan pula membekapnya di kompetisi musim keduanya di Etihad Stadium. Usai sempat dipinjamkan menuju Santos, Robinho Lalu dijual menuju ke AC Milan pd th 2010.

Angel di Maria – Dengan mahar perpindahan senilai 59, tujuh juta pound, Angel Di Maria pernah menjadi pesepakbola paling mahal Manchester United. Tapi, setahun kemudian, punggawa Argentina tersebut disingkirkan serta hijrah menuju ke PSG.

Kedatangan Di Maria di MU disambut dg ekspetasi besar. Di Maria memainkan fungsi inti kala menghantarkan Real Madrid menang La Decima sebelum pergi menuju MU.

Tetapi, dirinya kesusahan beradaptasi dg suasana di Premier League & kendala fitnes pun membangunnya sukar memperlihatkan permainan-permainan terbai

Leave a Reply

Your email address will not be published.