5 Punggawa yang Tidak Semestinya Ditendang oleh The Gunners

5 Punggawa yang Tidak Semestinya Ditendang oleh The Gunners

5 Punggawa yang Tidak Semestinya Ditendang oleh The Gunners – Arsene Wenger bakal menyelesaikan kebersamaannya dg Arsenal sehabis melatih tim sepanjang 22 th. Boss Prancis tersebut disebut menjadi pahlawan usai kesebelasannya mendapatkan title liga dgn tak dapat di kalahkan di kompetisi musim 2003/04. Ia jua meleaderi kesebelasan mendapat beberapa gelar FA Cup &, menyaksikan sejumlah punggawa datang serta meninggalkan tim.

Wenger mempunyai keahlian mengoptimasikan sejumlah pesepakbola terbeken dunia sebagaimana Thierry Henry, Robin van Persie & Cesc Fabregas. Mereka besar di atas arena pertandingan serta memperoleh sanjungan dr semua fans.

Saat semua punggawa ini ada di puncak penampilannya, mereka memutuskan tuk keluar dari Arsenal. Wenger enggan membayar upah begitu tinggi buat pesepakbola spt mereka. Ini dapat jadi alasan Kenapa beberapa punggawa, yg meminta bayaran lebih besar, gabung kesebelasan lainnya.

Hal tersebut kemungkinan kekeliruan besar Arsenal sebab membiarkan mereka pergi dari tim. Dibawah ini merupakan 5 pesepakbola yng sepertinya gak ditendang oleh The Gunners sama seperti menurut Sportskeeda.

Cesc Fabregas – Alumni akademi Barcelona ini gabung Arsenal pd 2003. Satu tahun kemudian, Fabregas jadi bagian dari team Invincibles yg meraih piala Premier League dg tak menelan kekalahan selama 1 kampanye musim.

Sehabis 8 thn di kesebelasan, punggawa yang berasal dari Spanyol ini menciptakan 212 performa di Premier League & membikin 35 skor. Fabregas kemudian balik menuju Barcelona di th 2011.

Robin van Persie – Robin van Persie gabung Arsenal pd 2004 sehabis kesebelasan Invincibles menjuarai gelar Premier League. Di thn 2009, pesepakbola Belanda tersebut meneken komitmen jangka panjang terbaru usai mengerjakan perundingan sejauh berbulan-bulan serta mengatakan jika hatinya dengan Arsenal. Dirinya ialah pahlawan The Gunners & malah dinobatkan jadi kapten saat Cesc Fabregas gabung Barcelona.

Sialnya, ia mendesak gabung Manchester United di 2012, menjadikan pendukung Arsenal serta Wenger kesal. Sang ujung tombak membuat 132 goal didalam 280 laga tuk The Gunners & adalah punggawa kesukaan fans.

Serge Gnabry – Gnabry menghabiskan beberapa karier mudanya di Arsenal menjelang gabung tim senior pd 2012. Sepanjang 4 th dibawah didikan Arsebe Wenger, Gnabry cuma berlaga sepuluh x serta membikin 1 skor.

Usai keluar dari tim, Gnabry melakoni kompetisi musim super bersama2 Werder Bremen dgn membuat 11 goal di dalam 27 partai. Performanya yng dahsyat menarik perhatian dri Bayern Munich yg menandatanganinya di thn 2017 kemarin.

Wojciech Szczesny – Szczesny gabung Arsenal pada saat dia masih muda pd th 2006. Lalu, dirinya naik menuju ke team pertama di thn 2009 sampai pergi dari kesebelasan dengan resmi pd th 2017.

Penjaga gawang Polandia ini ditinggalkan dr starting line-up di awal 2015 saat dirinya tertangkap merokok di ruangan ganti sehabis laga. Penampilannya jg mendesak Wenger buat mempromosikan David Ospina jadi penjaga gawang utama hingga Szczesny musti melintang di kursi cadangan tuk sisa kampanye musim itu.

Sehabis Petr Cech ditandatangani dri Chelsea, penjaga gawang yang tingginya satu, 95 m ini tidak dijadikan sebagai alternatif lagi & lalu ditransfer dengan status pinjaman menuju Roma. Pd penghujung kompetisi musim 2017, ia didatangkan raksasa Italia Juventus menjadi kandidat penerus Gianluigi Buffon. Biarkan Szczesny keluar dari tim merupakan kekeliruan besar Arsenal.

Olivier Giroud – Di 2012, Arsene Wenger menandatangani Olivier Giroud dr Montpellier dg perjanjian jangka panjang. Ia merumput 253 partai buat Arsenal & membikin 105 skor didalam pekerjaannya di Arsenal.

Usai striker anyar kayak Alexis Sanchez serta Alexandre Lacazette datang, peluang berlaga Giroud jadi berkurang. Dirinya berhenti di kursi cadangan, tapi dirinya tetap mampu membuat goal dengan cara konstan & kerap bertindak sebagai penyelamat Arsenal.

Leave a Reply

Your email address will not be published.